ASKEP APENDISITIS PDF

Apendisitis Akut Anna Andany Lestari ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN YANG MENGALAMI APENDISITIS DENGAN NYERI AKUT DI RUMAH SAKIT ISLAM SAKINAH MOJOKERTO. Askep Apendisitis – Mumtaz Tauba – Google+. Public. Jan 31, Askep Apendisitis. Askep Apendisitis. no comments.

Author: Meztigrel Kigataur
Country: Trinidad & Tobago
Language: English (Spanish)
Genre: Music
Published (Last): 4 October 2011
Pages: 76
PDF File Size: 6.80 Mb
ePub File Size: 18.94 Mb
ISBN: 609-2-40488-380-1
Downloads: 43919
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Dabar

Senin, 19 Maret Askep Apendisitis. Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi dengan penyingkiran umbai cacing yang terinfeksi. Bila tidak terawat, angka kematian cukup tinggi, dikarenakan oleh peritonitis dan shock ketika umbai cacing yang apedisitis hancur. Apendisitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing apendiks.

Infeksi ini bisa mengakibatkan pernanahan. Bila infeksi bertambah parah, usus buntu itu bisa pecah. Usus buntu merupakan saluran usus yang ujungnya buntu dan menonjol dari bagian awal usus besar atau apendisiyis cecum. Usus buntu besarnya sekitar kelingking tangan dan terletak di perut kanan bawah. Strukturnya seperti bagian usus lainnya.

Ina Risdianto –

Namun, lendirnya banyak mengandung kelenjar yang senantiasa mengeluarkan lendir. Apendisitis akut, dibagi atas: Apendisitis akut fokalis atau segmentalis, yaitu setelah sembuh akan timbul striktur lokal. Appendisitis purulenta difusi, yaitu sudah bertumpuk nanah. Apendisitis kronis, dibagi atas: Apendisitis kronis fokalis atau parsial, askepp sembuh akan timbul striktur lokal. Apendisitis kronis obliteritiva yaitu appendiks miring, biasanya ditemukan pada usia tua.

Appendiksitis merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh obstruksi atau penyumbatan akibat: Menurut penelitian, epidemiologi menunjukkan apendiistis makan makanan rendah serat akan mengakibatkan konstipasi yang dapat menimbulkan appendiksitis. Hal tersebut akan meningkatkan tekanan intra sekal, sehingga timbul sumbatan fungsional appendiks dan meningkatkan pertumbuhan kuman flora pada kolon.

Nyeri terasa pada abdomen kuadran bawah dan biasanya disertai oleh demam ringan, mual, muntah dan hilangnya nafsu apendjsitis. Nyeri tekan lokal pada titik Mc. Burney bila dilakukan tekanan. Nyeri tekan lepas mungkin akan dijumpai.

Derajat nyeri tekan, spasme otot, dan apakah terdapat konstipasi atau diare tidak tergantung pada beratnya infeksi dan lokasi appendiks. Bila appendiks melingkar di belakang sekum, nyeri dan nyeri tekan dapat terasa di daerah lumbal ; bila ujungnya ada pada pelvis, tanda-tanda ini hanya dapat diketahuipada pemeriksaan rektal. Nyeri pada defekasi menunjukkan bahwa ujung appendiks dekat dengan kandung kemih atau ureter.

Adanya kekeakuan pada bagian bawah otot rektum kanan dapat terjadi. Tand Rovsing dapat timbul dengan melakukan palpasi kuadran bawah kiri, yang secara paradoksial menyebabkan nyeri yang terasa pada kuadran bawah kanan. Apabila appendiks telah ruptur, nyeri dan dapat lebih menyebar ; distensi abdomen terjadi akibat ileus paralitik dan kondisi klien memburuk. Adanya benda asing seperti: Obsrtuksi apendiks itu menyebabkan mukus yang diproduksi mukosa terbendung, makin lama mukus yang terbendung makin banyak dan menekan dinding appendiks oedem serta merangsang tunika serosa dan peritonium viseral.

Oleh apsndisitis itu persarafan appendiks sama dengan usus yaitu torakal X maka rangsangan itu dirasakan sebagai rasa sakit disekitar umblikus. Mukus yang terkumpul itu lalu terinfeksi oleh bakteri menjadi nanah, kemudian timbul gangguan aliran vena, sedangkan arteri belum terganggu, peradangan yang timbul meluas dan mengenai peritomium parietal setempat, sehingga menimbulkan rasa sakit dikanan bawah, keadaan ini disebut dengan appendisitis supuratif akut.

  KEIL AND DELITZSCH COMMENTARY PDF

Bila kemudian aliran arteri terganggu maka timbul alergen dan ini disebut dengan appendisitis gangrenosa. Bila dinding apendiks yang telah akut itu pecah, dinamakan appendisitis perforasi. Bila omentum usus yang berdekatan dapat mengelilingi apendiks yang meradang atau perforasi akan timbul suatu masa lokal, keadaan ini disebut sebagai appendisitis abses. Pada anak — anak karena omentum masih pendek dan tipis, apendiks yang relatif lebih panjangdinding apendiks yang lebih tipis dan apedisitis tahan tubuh yang masih kurang, demikian juga pada orang tua karena telah ada gangguan pembuluh darah, maka perforasi terjadi lebih cepat.

Bila appendisitis azkep ini menyembuh dan kemudian gejalanya hilang timbul dikemudian hari maka terjadi appendisitis kronis Junaidi ; Pencegahan pada appendiksitis yaitu dengan menurunkan resiko obstuksi dan peradangan pada lumen appendiks. Pola eliminasi klien harus dikaji,sebab obstruksi oleh fekalit dapat terjadi karena tidak ada kuatnya diit tinggi serat. Perawatan dan pengobatan penyakit cacing juga akep resiko.

Pengenalan yang cepat terhadap gejala dan tanda appendiksitis menurunkan resiko terjadinya gangren,perforasi dan peritonitis. Pada appendiksitis akut, pengobatan yang paling baik adalah operasi appendiks.

Dalam waktu 48 jam harus dilakukan. Penderita di obsevarsi, istirahat dalam posisi fowler, diberikan antibiotik dan diberikan makanan yang tidak merangsang persitaltik, jika terjadi perforasi diberikan drain di perut kanan bawah. Diposting oleh dicky febrian prasetia di apendsitis Berdasarkan penyebabnya hipertensi dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Oleh karena itu upaya penanggulangan hipertensi terhadap hipertensi primer baik mengenai patogenesis maupun tentang pengobatannya.

Hipertensi adalah peningkatan tekanan pada systole, yang tingginya tergantung umur individu yang terkena. Hipertensi juga dapat digolongkan sebagai ringan, sedang atau berat, berdasarkan diastole. Hipertensi adalah peningkatan tekana darah di atas normal yaitu bila tekanan sistolik asep mmHg atau lebih dan tekanan diastolic bawah 90 mmHg atau lebih.

Meningkatnya tekanan darah di dalam saluran arteri bisa terjadi melalui beberapa cara, yaitu: Inilah yan terjadi pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis. Dengan cara yang sama, tekanan darah juga meningkat pada aendisitis terjadi vasokonstriksi, yaitu jika arteri kecil arteriola untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.

Bertambahnya cairan dalam sirkuilasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah, hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh, volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanand arah juga meningkat, sebaliknya jia: Penyesuaian terhadap faktor — faktor tersebut dilaksanakan oleh perubahan di dalam fungsi ginjal dan sistem saraf otonom bagian dari system saraf yang mengatur berbagai fungsi tubuh secara otomatis.

Ginjal mengendalikan tekanan darah melalui beberapa cara: Jika tekanan darah menururn, ginjal akan mengurangi pembuangan garam dan air, sehingga volume darah bertambah dan tekanan darah kembali normal.

Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkan enzim yang disebut rennin, yang memicu pembentukan hormone angiotensin, yang selanjutnya akan memicu pelepasan hormon aldosteron.

Ginjal merupakan organ penting dalam mengendalikan tekanan darah, karena iti berbagai penyakit dan kelainan pada ginjal bisa menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi.

  APPLEYARD ECONOMIA INTERNACIONAL PDF

Misalnya penyempitan arteri yang menuju ke salah satu ginjal stenosis arteri renalis bisa menyebabkan hipertensi. Perdangan dan cedera pada salah satu atau kedua ginjal juga bisa menyebabkan naiknya tekanan darah. Sistem saraf simpatis merupakan bagian dari system saraf otonom, yang untuk sementara waktu akan: Meningkatkan kecepatan dan kekuatan denyut jantung; jugta mempersempit sebagian besar arteriola, tetapi memperlebar arteteriola di daerah tertentu misalnya otot rangka, yang memerlukan pasokan darah yang lebih banyak.

Mengurangi pembuangan air dan garam oleh ginjal, sehingga akan meningkatkan volume darah dalam tubuh. Melepaskan hormone epinefrin adrenalin dan norepinefrin noradrenalinyang merangsang jantung dan pembuluh darah. Usia Hipertensi akan makin meningkat dengan meningkatnya usia hipertensi pada yang berusia dari 35 tahun dengan jelas menaikkan insiden panykit arteri dan kematian premature.

Jenis Kelamin berdasar jenis kelamin pria umumnya terjadi insiden yang lebih tinggi daripada wanita. Namun pada usia pertengahan, insiden pada wanita mulai meningkat, sehingga pada usia di atas 65 tahun, insiden pada wanita lebih tinggi.

Ras Hipertensi pada yang berkulit hitam paling sedikit dua kalinya pada yang berkulit putih. Pola Hidup Faktor seperti halnya pendidikan, penghasilan dan faktor pola hidup pasien telah diteliti, tanpa hasil yang jelas. Penghasilan rendah, tingkat pendidikan rendah dan kehidupan atau pekerjaan yang penuh stress agaknya berhubungan dengan insiden hipertensi yang lebih tinggi.

Obesitas juga dipandang sebagai faktor resiko utama.

Merokok dipandang sebagai faktor resiko tinggi bagi hipertensi dan penyakit arteri koroner. Hiperkolesterolemia dan hiperglikemia adalah faktor — faktor asep untuk perkembangan arterosklerosis yang berhubungan dengan hipertensi. Berdasarkan penyebab, hipertensi di bagi dalam 2 aske; Hipertensi sekunder Merupakan hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui secara pasti, seperti gangguan pembuluh darah dan penyakit ginjal.

Penyakit kencing manis dan jantung e. Wanita yang tidak menstruasi f. Stress dan kurang olah raga g. Diet yang tidak seimbang, makanan berlemak dan tinggi kolesterol. Sakit kepala dan pusing b.

Apendisitis

Nyeri kepala berputar c. Aepndisitis berat di tengkuk d. Mata berkunang — kunang f. Tinistus yang diduga berhubungan dengan naiknya tekanan darah. Kategori Sistolik Diastolik a. Normal tinggi perbatasan — 85 — 89 b. Stadium 1, ringan — 90 — 99 c.

Stadium 2, sedang — — d. Stadium 3, berat — — e. Penatalaksanaan dengan obat berlandaskan beberapa prinsip. Penanganan, Perawatan dan Pencegahan Apnedisitis a. Minum obat secara teratur c. Jangan menghentikan, mengubah dan menambah dosis dan jenis obat tanpa petunjuk dokter d. Konsultasikan dengan petugas kesehatan jika menggunakan obat untuk penyakit lain karena ada jenis obat yang dapat meningkatkan dan memperburuk hipertensi e.

Usahakan untuk mempertahankan berat badan yang seimbang dengan mencegah kegemukan f. Batasi pemakaian garam sodium g. Memperhatikan diet dengan memperbanyak makan buah dan sayuran dan membatasi minuman beralkohol adkep.